You see me, You care of me, but you act nothing !

Saat mata-mata di tiang rambu lalu lintas menampakan warna merah, aku mulai beraksi, aku menari ke sana kemari, beraksi dengan menggunakan topeng dan atribut lain yang dipakaikan oleh tuanku, lucu ya ? Apalagi kalau sudah berlagak sedang sembahyang atau sedang beribadah, padahal tuanku saja ntah sudah sembahyang atau belum sebelum pergi show bersamaku ini. Ya, setiap lampu merah menyala, ikatan rantai di leherku ditarik oleh tuan, aku sudah paham.. itu berarti saatnya aku beraksi menunjukan kebisaanku yang sudah terlatih. Tuanku sendiri tidak diam, beliau menabuh gamelan sederhana buatan sendiri dengan irama musik " neng neng neng treng treng treng treng" tak karuan, ya yang penting musik berbunyi dan aku bisa berjoget walau sebenarnya tidak nge-match seperti dance boyband di Korea Selatan sana. Selama beraksi, banyak mata tertuju kepadaku, banyak yang tersenyum melihat tingkahku, ada yang tertawa girang, apalagi anak-anak wuih sepertinya sangat senang. Namun tak sedikit pula wajah yang menampakan aura kesedihan, entah apa yang mereka sedihkan, apakah aku membuat mereka ingat pada apa yang ada di rumah ? Masa sih melihat wajahku mereka jadi ingat anaknya kan tidak mungkin ? Setelah lampu merah mati digantikan oleh lampu hijau, mereka ; orang-orang yang mengendarai kendaraan pun melaju lagi, dilemparkannya uang recehan ke arahku, si tuan mengambilnya segera dan dimasukan ke dalam wadah bekas air mineral.
Aku, si lucu yang kerap manggung setiap hari di lampu merah. Aku juga sama seperti manusia, aku punya ayah dan ibu juga adik dan kaka. Aku juga punya rumah dan tempat bermain kesukaan. Tapi semua itu sudah tidak lagi aku miliki ketika aku dimiliki si tuan. Partner kerjaku sekarang yang kerap membuatku kepanasan di atas trotoar. Tuan, tidakkah engkau kasihan padaku ? Setiap siang yang terik aku harus berjoget dan beracting layaknya artis sinetron, padahal cuaca panas bukan main dan aku ingin juga ditiungi dengan topi atau apa saja sama seperti engkau tuan. Tuan, aku rindu pada ibu dan ayahku, sama seperti rindumu pada orang tua di kampung, tuan aku juga ingin bermain dengan kawan-kawanku sama seperti inginnya engkau berbaur dengan kawan sebayamu di kampung sana. Oh tuan, aku lelah setiap hari begini, ketika pulang di sore hari aku dirantai dan dilatih untuk berdiri dan engkau tahu ? Rasanya sakit sekali ! Aku kera, aku monyet bukan manusia yang bisa berdiri dan berjoget. Kodratku bukan untuk naik egrang atau naik sepeda, kodratku adalah untuk memanjat pohon dan makan pisang !
Jika engkau memiliki alibi bahwa ini adalah jalan untuk menafkahi keluargamu maka janganlah siksa aku, engkau manusia dengan sejuta akal.. fikirkanlah hal lain yang lebih baik dan tidak menyiksa makhluk kecil sepertiku. Tuan, hiduplah dengan bahagia, aku sendiri tidak tega ketika engkau harus menabuh gamelan dari besi yang musiknya keras itu, engkau pasti kepanasan dan ingin pekerjaan yang lebih layak. Tuan, engkau berhak mendapatkan yang lebih baik dari ini, tuan, bermimpilah untuk sesuatu yang lebih besar.. Mari kita berpisah, kakiku sudah lelah menapaki trotoar yang panas, and I know you feel the same with me.

(Poto ini aku ambil di J.Siliwangi, depan kampus Universitas Siliwangi Tasikmalaya (lampu merah Yomart), waktu itu aku pulang kuliah tepat jam solat Jumat. Aku liat monyet yang biasa manggung di sana sedang dirantai , tepat di bawah sinar matahari yang panas. Tuannya mungkin sedang solat Jumat di mesjid. Sebenarnya pengen banget aku payungi pakai kardus atau apa tapi aku takut dinarahi, pengen kasih makan juga takut, aku malah gak bisa berbuat apa-apa. Padahal bisa saja monyet itu dirantai di tempat yang agak teduh supaya dia tidak kepanasan, aku nyesel kemarin gak payungi dia, safe monkey, please :-) )

1 Response to "You see me, You care of me, but you act nothing !"

  1. wih bagus tulisannya. .ikut nimbrung :D
    http://as-harapan.blogspot.com/

    BalasHapus

Follow