Cowok ter-GALAU 2011

Selama 2011 saya menemui banyak sekali cowok galau yang kadar kegalauannya sudah di ambang batas maksimal mengalahkan batas di pintu air kali Ciliwung. Pokoknya sangat galau deh, mungkin karena banyak faktor ; kebelet merit, kebelet kaya, kebelet ganteng, kebelet tinggi --'


Baiklah untuk saat ini akan saya ceritakan kisah menarik penuh intrik tanpa editan, hanya saja nama disamarkan karena saya tak tega harus menyebutkan nama asli pihak terkait, terlebih saya sudah tak ingat nama mereka --'.

Jadi begini, saat saya jomblo banyak sekali pria dan wanita yang merapat mencoba mencuri hati (asli, ada juga wanita yang terang-terangan bilang "naksir" saya, Masyaalloh --' sebegitu cantiknya kah saya ini ? ), namun gagal. Tak ada satupun yang lolos seleksi dan mencuri hati saya. Bukan karna mereka tak punya kelebihan, namun karena saya memang tak berminat sama sekali pada mereka. Ada yang sekali ditolak langsung pulang kandang ada juga yang ditolak kemudian menjual cerita sedih ; aku kangker otak, aku kangker hati, aku kangker kuku, aku kangker jempol --' , kemudian ada yang ditolak kemudian ngamuk dan mencaci maki saya, bahkan dia berjanji akan menuntuk penolakan menyakitkan ini sampai ke akhirat ( hallo ? ), ada yang jaga image dan membantah pernah naksir saya karena malu saya tolak ( real, ini cowok belum pernah ditolak cewek, hanya saya yang menolak dia ), ada yang legowo dan pulang tanpa dendam meski sesekali datang bertandang dengan wajah galau luar biasa lalu dalam percakapan ringan ia berkata : haaah, seandainya kamu jadi pacar aku (stop-abaikan), nah poin terakhir yang paling galau adalah pria ditolak galau bertindak. Mereka tetap menemani saya, menjadi guardian angel bagi saya, maksudnya menjadi penyedia layanan antar-jemput free dan samsak tempat melampiaskan unek-unek. Bisa juga jadi kurir yang mau aja disuruh ngirim-ngirim segala macam. Yah, ngirim salam ke cowok cakep juga bersedia --' (demi cinta yang tak sampai).

Ini berlangsung lama, cowok itu menjalani kesia-siaan dalam hidup selama kurang lebih 2 tahun . Ia menghadiahi saya banyak pujian, puisi, lagu, mentraktir nonton bioskop, nonton konser, makan , minum, parkir, terapi ikan, flying fox, bungee jumping, dan kawan-kawan. Pokoknya kalau saya jalan dengan dia tak perlau bawa uang lah, akomodasi terjamin pastinya. Yang paling menyenangkan adalah novel terbaru selalu saya dapatkan, pulsa tak pernah kering, dia sangat royal, royaaaaaal mina !! *mata dollar ala mr.Crab

Yang saya tak suka dari Rambo (nama samaran) adalah dia .. ah .. diaaa.. hmm .. diaa .. yah dia begitulah, secara fisik ada yang tak saya sukai. Okay, kita tidak boleh mencela ciptaan Tuhan, itu kalau sang tercela tidak banyak tingkah. Ini mah dia bilang blak-blakan bahwa saya gemuk dan rambut saya kusut. ASEM !! Tidakkah dia sadar bahwa kuku jempol kakinya hitam ? Bau ? Dia pendek ? Haaah ? #eh

Selain itu gaya senyum dia sangat sangat sngat membuat saya hilang selera, gaka senyum menyamping yang memamerkan sedikit deretan gigi khas orang bodoh . Freak ! Kemudian keculunannya yang tingkat tinggi membuat saya geleng-geleng tiap melihat keculunan dia. Masa salah masuk pintu teater ? Saat di bioskip dia malah masuk ke arah buntu, jelas saja nabrak tembok bruakakkakaka --'


Ok, stop. Stop, langsung ke intinya saja. Jadi saya ini gak sama sekali tertarik pada dia, hanya saja saya gak punya teman (dibaca : setia setiap saat dalam berbagai macam situasi dan kondisi) makanya saya mau saja barengan dia. Puncaknya saat saya konflik dengan sahabat dekat Rambo, sebut saja namanya Jarwo dan Kendes. Gila, Jarwo dan Kendes manjadikan saya kambing hitam dalam percintaan mereka. Jarwo membuat cerita bahwa saya adalah selingkuhan dia !! Naudzubillah saya gak sama sekali minat bahkan untuk bermimpi pun  sepertinya saya akan bunuh diri saja saking ngenesnya. Bayangkan, kalau cowoknya cakep dan wiiiih dalam segala macam bidang sih gak apa-apa. Lah ini, sudah sangat akut tingkat kepedeannya. Sales yang biasa ngorder barang dari warung ke warung Oh My GOD !!!

Sialnya, si cewek percaya aja akan hal tersebut, sampai-sampai sumpah serapah dan ngatain saya di muka umum !! Di status Facebook dia manggil saya P*#UN !! Haa ? Hello ? Ini siapa yang salah siapa yang jadi korban sih ya, cowok situ cakep aja enggak kok harus rebutan segala *berlalu tanpa benalu*.

Jadi setelah konflik itu mencuat berkali-kali saya lantas minta bantuan Rambo, bukan untuk mengahajar si Jarwo, hanya mengantar ke rumahnya ! Hello, saya masih bisa berantem sendiri , gak ingat yah situ cuma tukang ojek saya ? *hening, kemudian galau*


Eh tahunya Rambo menolak anterin saya labrak si Jarwo, dia bilang dengan so angel : "Aku gak mau persahabatan kita putus cuma gara-gara masalah sepele seperti ini !! "

Oh My Gosh, dasar cowok galau kebelet merit, ini bukan sekedar masalah ! Tapi ini malapetaka yang tak berakar dan pondasi alasan yang kuat dan benar, dia punya ibu, juga punya adik perempuan, saya berdoa supaya suatu saat nanti hal ini meimpa keluarganya.

Saya, dan kawan-kawan saya adalah satu. Musuh saya ya musuh mereka juga. Dengan serempak kami sepakat membuang Rambo jauh-jauh. Intip punya intip ternyata Rambo ngamuk ngamuk di status Facebook. Karena merasa saya manfaatkan. Hahah syukurlah kalau kamu sudah sadar --'


Barang-barang dari Rambo masih saya simpan rapi. Bukan !! Bukan karena barang-barang itu terlalu berarti dan mengingatkan saya pada Rambo. Tapi karena .... sayang dong kalau dibuang !! Hahaha *uhuk

Finally , mungkin cowok-cowok galau itu sekarang sedang berguyur di bawah hujan yang merdu di awal Januari. Sembari memikirkan calon istri yang kabur melulu huahahhahahha *lol

"Cyiiin, mumet deh aku yank, nyaloon yuuuu "
Ujar Rambo di ujung telpon pada Jarwo. Bruakakakkaka Happy galau together hey wahai pria galau.

:D






0 Response to "Cowok ter-GALAU 2011"

Posting Komentar

Follow