Apa yang terlintas di benak kalian saat mendengar kata JEMURAN ? ya, kata singkat dan penuh makna. Terlebih jemuran memang menjadi kata pavorite untuk kaum-kaum yang terjangkit penyakit hati menahun "GALAU" .
Dewasa kini, jemuran tak pernah lepas dari kodratnya ; DIGANTUNG .
Jadi ? Intinya ? Ya, saya digantung minna !! Oh Tuhaaan *pingsan ..
Digantung apa ? Digantung cinta !!
Tidak seperti jemuran yang digantung tali jemuran tanpa perasaan yang mendalam. Saya digantung cinta layaknya jemuran yang tak pernah diperdulikan kapan dijait dan dilipat rapi dalam lemari.
Kalau hujan ya kehujanan, kalau panas ya kepanasan, kalau angin ya keanginan, kalau badai ya kebawa badai, kalo jemuran rubuh ya ikutan ambruk (_ _') . Sedih bukan ? Ya, mungkin kalau tubuh saya disinari sinar apa gitu yang bisa lihat sampai ke dalam-dalam sudah pasti lumutan ini hati, berkarat dan tak elok lagi. Hati saya hancur dan koyaaak ..
Digantung cinta, itu adalah hal terpahit dalam urusan percintaan. Bukanlah ditolak, diputuskan, atau diselingkuhi yang menjadi penyakit hati saya. Tak lain tak bukan adalah digantung.
Bayangkan, sehari manis, sehari kecut, sehari melayang ke langit ke tujuh dan menjadi bidadari Surga , kemudian esoknya serasa ditohok balok penolakan yang menyakitkan. Sehari terasa menjadi kekasihnya sehari terasa menjadi musuhnya. Bagaimana ini ? Sakit hey saya ..
Tapi, apa mau dikata. Saya berada di pihak yang MENCINTAI . Mencintai itu sebuah kelemahan. Kita mencintai orang maka kita tertindas. Benar kan ? Setuju kan ? *jangan protes.
Kita pasrah saja menerima semua kenyataan dari pihak dicintai. Mereka bebas melakukan hal apa saja yang mereka suka pada kita. Termasuk menggantung sampai mungkin tiang jemuran roboh dan kita hancur berantakan. Ya, tak mustahil bila suatu saat nanti saya pulang dengan keadaan hancur lebur berantakan.
Lalu apakah ia akan sadar ? Apakah ia akan merasa menyesal ? Tidak, toh dia tidak pernah perduli akan keadaan kita di sini.
Yang sakit ya aku, yang kecewa ya aku, yang menunggu ya aku, yang sedih yang menangis yang terluka dan yang hancur ya AKU !!!
*Penggantian kata ganti saya-aku tanpa konfirmasi saking galaunya*
Dewasa kini, jemuran tak pernah lepas dari kodratnya ; DIGANTUNG .
Jadi ? Intinya ? Ya, saya digantung minna !! Oh Tuhaaan *pingsan ..
Digantung apa ? Digantung cinta !!
Tidak seperti jemuran yang digantung tali jemuran tanpa perasaan yang mendalam. Saya digantung cinta layaknya jemuran yang tak pernah diperdulikan kapan dijait dan dilipat rapi dalam lemari.
Kalau hujan ya kehujanan, kalau panas ya kepanasan, kalau angin ya keanginan, kalau badai ya kebawa badai, kalo jemuran rubuh ya ikutan ambruk (_ _') . Sedih bukan ? Ya, mungkin kalau tubuh saya disinari sinar apa gitu yang bisa lihat sampai ke dalam-dalam sudah pasti lumutan ini hati, berkarat dan tak elok lagi. Hati saya hancur dan koyaaak ..
Digantung cinta, itu adalah hal terpahit dalam urusan percintaan. Bukanlah ditolak, diputuskan, atau diselingkuhi yang menjadi penyakit hati saya. Tak lain tak bukan adalah digantung.
Bayangkan, sehari manis, sehari kecut, sehari melayang ke langit ke tujuh dan menjadi bidadari Surga , kemudian esoknya serasa ditohok balok penolakan yang menyakitkan. Sehari terasa menjadi kekasihnya sehari terasa menjadi musuhnya. Bagaimana ini ? Sakit hey saya ..
Tapi, apa mau dikata. Saya berada di pihak yang MENCINTAI . Mencintai itu sebuah kelemahan. Kita mencintai orang maka kita tertindas. Benar kan ? Setuju kan ? *jangan protes.
Kita pasrah saja menerima semua kenyataan dari pihak dicintai. Mereka bebas melakukan hal apa saja yang mereka suka pada kita. Termasuk menggantung sampai mungkin tiang jemuran roboh dan kita hancur berantakan. Ya, tak mustahil bila suatu saat nanti saya pulang dengan keadaan hancur lebur berantakan.
Lalu apakah ia akan sadar ? Apakah ia akan merasa menyesal ? Tidak, toh dia tidak pernah perduli akan keadaan kita di sini.
Yang sakit ya aku, yang kecewa ya aku, yang menunggu ya aku, yang sedih yang menangis yang terluka dan yang hancur ya AKU !!!
*Penggantian kata ganti saya-aku tanpa konfirmasi saking galaunya*
0 Response to "Aku Bagaikan JE-MUR-AN"
Posting Komentar