Saya dan Saya~

Seperti kebanyakan wanita lainnya. Wajar, saya suka semua pernak-pernik berwarna pink, ungu, boneka, bunga, musik yang lembut, pria romantis, puisi, dan memasak. Untuk poin yang terakhir baru 1 tahun ini saya jalani.

Semua wanita pasti suka pria romantis. Pria yang memberinya bunga di malam Minggu atau menghadiahi boneka Teddy saat hari Valentine. Mmm, candle light dinner saat ulang tahun ? Semua suka, hanya segelintir wanita yang kurang peka yang tak suka.

Banyak wanita yang berujar dengan bangga : Saya tomboy !! Saya gak suka boneka apalagi bunga ! Saya gak suka dandan ! Saya cuek loh, dandan alakadarya itulah yang bikin cowok terpikat !!

Atau ada yang berujar begini : Saya bangga dengan tubuh gemuk saya. Big is beautiful ! Tak semua cowok melihat cewek dari fisik, mereka menyukai wanita apa adanya !!

Faktanya, yang mengaku wanita tomboy itu lebih cengeng saat putus cinta ketimbang wanita feminim. Lebih rentan terperosok lembah hitam daripada wanita feminim yang bergaul dengan sesama wanita. Tidak dengan lelaki karena alasan tomboy itu sendiri. Faktanya dalam relung hati yang paling dalam mereka ingin seperti wanita feminim lain, tampil cantik dan dipuja pasangan. Tampil bersih dengan dandanan yang cute. Ya, kebanyakan itulah faktanya. Masa harus memberi hadiah mobil-mobilan atau robot-robotan sih ? Kan tetap wanita itu identik dengan bunga.

Faktanya, banyak wanita yang cuek dengan berat badan serta penampilan yang gagal bercinta, gagal nikah, dan gagal mempunyai banyak pengagum . Penting kah pengagum ? Ya, itu buat segelintir orang, satu hal yang harus dicatat : Tak semua pria melihat wanita dari fisik, tapi kebanyakan ya melihat dari fisik lalu lanjut ke kepribadian.

Tak ada satu orang pun yang membeo mengatakan siapa saya. Wanita tomboy tak akan berteriak lantang : Hey, saya tomboy !!

Faktanya, yang membeo itu hanya mencari perhatian, bukan mencerminkan siapa dia sebenarnya.

Saya tidak munafik, saya hanyalah perempuan dengan kadar kesensitian hati yang tinggi, saya emosional, saya cengeng, dan saya labil. Namun saya selalu mencoba tegar dan kuat walau kenyataan saya butuh waktu yang lama untuk semua itu.




0 Response to "Saya dan Saya~"

Posting Komentar

Follow