Cry-Cry

Hmm.. Inilah jalannya, ini takdirnya, ini sudah diatur oleh Tuhan. Rasanya sih nyesek gak ketulungan. Saat melihat orang yang kita sayangi berpaling dan memulai kisah baru tanpa kita. Untuk awal-awal saya menangis parah, mengutuk diri sendiri, namun untuk kali ini tak ada kesempatan untuk menyesali keadaan. Menangis di bawah selimut sembari mendengarkan lagu melow Lee Donghae bukanlah hal dosa, semua itu wajar dan manusiawi. Itu masih saya alami sampai sekarang, cemburuisme dan galauisme terlalu tinggi. Tak masalah, saya menelan semua itu sendiri, saya tak pernah merepotkan orang lain, saya tak ngambek pada amma atau appa, tidak pula curhat membabi buta pada siapapun. Asli, saya telan perih itu sendiri. Hanya saja air mata yang jadi saksi, saya sangat sakit hati ..

Beberapa waktu yang lain semangatnya, kasih sayangnya, doanya, ucapannya, masih untuk saya. Namun kini semua itu sudah hilang, sudah bukan untuk saya lagi. Ini kejadian lama, bulan April lalu kalau tidak salah.Saat itu saya bersiap menghadapi Ujian Nasional 2011. Berharap ada siapa saja yang berujar :
" Fighting ! Good luck, met belajar !! Semangat !! " .

Hanya .. Nihil, eh tidak. Ada guru-guru yang setia memberikan dukungan pada saya :') . Tapi bukan itu maksud saya, semangat dari pria yang saya cintai :_) *tak ada, tak adaaaa*


Ternyata dia sudah punya pacar baru , heu . Dia menyemangati pacarnya, mendoakan pacarnya, dan berjanji akan menjadi yang terakhir untuk pacarnya. Tuhan, sakit sekali rasanya apalagi gadis itu sendiri yang bilang pada saya. Tahukah dia bahwa saya sakit hati ? Saya cemburu, tapi tak kuasa, saya bukan siapa-siapa terlebih bukan apa-apa. Saya sedih, tapi saya bisa apa ? Menangislah saya, menangis di kamar kostan sempit dengan buku-buku paket pelajaran yang kian kuyup terkena tetesan air mata yang membanjir.

Tak ada satu orang pun yang bisa menolong saya, tidak amma atau appa, tidak pula oppa atau onniku, tidak ibu kost tidak pula sahabat-sahabat saya. Yang bisa menolong saya  hanya dia ! Dia yang kini menyakiti saya ..

Walau berat saya coba lupakan semuanya, lupakan bahwa kenyataan tak seindah mimpi-mimpi dan harapan. Menghadapi Ujian Nasional tanpa dukungannya memang berat, namun siapa saya ? Meminta hal seperti itu hanya akan menjadi bahan tertawaan.

Sampai detik ini saya kerap menangis sendiri, menangisi keadaan hati saya yang tak kunjung bangkit. Keadaan hati saya yang selalu basah. Tuhan .. Sampai kapan saya menelan kesakitan ini ? Bagaimana dengan endingnya ? Walau saya tahu dia tak mencintai saya namun berharap bukanlah dosa kan ? Mungkin semua sahabat dan keluarga saya sudah bosan dengan harapan saya yang satu ini, namun saya yakin Tuhan tak pernah bosan. Ia pasti tersenyum setiap kali saya menangisi keadaan, Tuhan pasti mendengar setiap doa yang saya panjatkan. Tuhan pasti memiliki ending yang terbaik untuk kisah saya ..


0 Response to "Cry-Cry"

Posting Komentar

Follow