Patah hati dan efeknya dalam berbagai versi.



Brise Amour~
            Okay, Brise Amour berasal dari bahasa Perancis yang berarti patah hati. Bukanlah istilah asing terlebih di kalangan ababil –ABG labil- jaman sekarang. Siapa yang tak pernah merasakan patah hati ? Ajaib, itu berarti dia seorang yang bebal terhadap perasaan. Setiap individu yang pernah jatuh cinta pasti pernah patah hati. Karena, dalam siklus cinta menurut Shin Soojin (saya sendiri, itu nama Korea saya. Percayalah, biar begini saya ada darah Koreanya loh) kita jatuh cinta itu untuk patah hati. Kita pacaran untuk putus, kita setia untuk diselingkuhi, kita menanti untuk dikecewakan, kita berkorban untuk dibuang, dan kita mencintai untuk diabaikan. Setiap ketulusan dalam percintaan adalah nilai minus bagi seseorang. Cinta jaman sekarang apa sih kalau bukan main kejar-kejaran ? Main kucing-kucingan atau petak umpet ! Sekali mengejar sekali dikejar. Sekali selingkuh, sekali diselingkuhi, dan sekali dihancurkan sekali juga menghancurkan. Siapa yang selingkuh itu yang menang, siapa yang duluan memutuskan hubungan itulah yang menang. Iya kan ? Sudah sangat jarang pasangan yang akur adem ayem setiap saat kalau bukan pasangan yang bebal -,-.
            Kali ini saya akan rincikan, tepatnya ceritakan macam-macam patah hati menurut Kamus Besar Percintaan (patah hati dan dikecewakan) yang saya susun sendiri. Pengalaman pribadi yang membuat saya meroket menjadi wonder girl yang tangguh.

1. Patah hati karena cinta monyet.
            Baiklah, kejadian ini menimpa saya sekitar tahun 2004 yang lalu. Saat itu saya masih duduk di kelas 6 sekolah dasar. Saya suka kepada teman laki-laki yang duduk satu kelas dengan saya. Yah, suka sukaan yang biasa saja sih , khas anak SD jaman dulu, jaman duit gopean yang gambar orang utan itu masih berharga tinggi. Sebut saja dia Boy. Boy tidak tampan, tidak pula keren. Wajahnya biasa saja, SNI sekali –Standar Nasional Indonesia-, dan ada tahi lalat di atas bibirnya. Hanya saja dia pintar dan terkenal, rajin ibadah dan piawai berburu di hutan (ehm). Saya sering sekali curi-curi perhatian padanya, sekedar bertanya tentang soal latihan atau pekerjaan yang sulit, bertanya tentang agenda latihan Pramuka, rencana melanjutkan sekolah, dll. Sepertinya dia juga suka, toh dia merespon. Sering aku mendapati dia sedang memperhatikanku, lantas tersenyum penuh arti seperti anak indigo.
            Ibarat balon yang dilepas karet pengikatnya saya melesat dengan penuh percaya diri. Toh dia juga suka sama saya, begitu pemikiran bocah ingusan bernama Mutiara saat itu. Setiap lembaran buku harian saya isi dengan cerita tentang Boy. Setiap lamunan sebelum tidur saya isi dengan episode-episode bersama Boy, ah cinta monyet yang tak karuan.
            Namun semua itu pupus saat Boy mendeklamasikan hubungannya dengan seorang gadis. Yang ternyata masih duduk satu kelas dengan kami. Ah, begitu sedihnya saya. Sampai-sampai saya menempatkan gadis itu sebagai musuh nomor satu yang harus segera dikasih pelajaran. Eh, gagal . Memberi peajaran pada gadis popular ternyata tak semudah membalikan tempat tidur. Sulit !! Dia sangat tangguh, memiliki kuda-kuda yang kuat. Sangat sulit untuk menghancurkan popularitasnya. Terlebih saya hanya seorang gadis culun yang hitam legam seperti warna kibor laptop di hadapan saya.
            Semenjak itu saya merasakan sedih yang yaaah katakanlah lumayan menusuk hati dan mengganggu hari-hari yang saya lewati. Tapi itu tak lama, karena hanya suka-sukaan biasa saja. Saya belum mengerti jatuh cinta, belum mengerti patah hati. Tepatnya, saya belum sepenuhnya merasakan itu semua.
            Efek dari patah hati karena cinta monyet : menempatkan gadis itu sebagai musuh. Padahal alasan jadian dengan Boy hanyalah  kiasan. Aslinya saya memang sudah bermusuhan dengan dia.

2. Patah hati karena pacar pertama.
            Ini terjadi saat saya duduk di bangku kelas 7 SMP. Anak laki-laki itu popular di kalangan gadis , baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Dia anak orang kaya, juga adik dari preman sekolah (fiuh, kalau kata saya sih, gak keren sama sekali). Senyumnya manis dan tubuhnya tinggi. Walau jujur kaget sekali saat dia nembak namun kami jadian juga. Jadian karena saya keceplosan memberi jawaban “Ya” saat dia bertanya : Mau gak jadi pacar aku ?
            Walau sama sekali tak cinta namun saya mengingat tanggal jadian kami. Sekitar tanggal 23 atau 25 Maret 2005. Selama jadian kami sangat tidak romantis. SMS-an jarang karena saya belum pegang handphone pribadi, jalan bareng tidak pernah karena saya tidak bebas keluar rumah. Main ke rumah tidak pernah juga  karena pacar saya takut dinasehati oleh ayah saya yang merupakan  seorang pengajar di sekolah tempat kami belajar.
            Puncaknya adalah saat ada rumor dia selingkuh ! Tahukah kalian dengan siapa dia selingkuh ? Dengan musuh bebuyutan saya semenjak SD yang dipacari Boy ! Yeah, gadis itu lagi. Ternyata daya pikatnya memang sangat wah wah wah sekali ya.
            Ada alasan lain lagi yang membuat saya terkikik sampai detik ini. Dia, dia.. dia memutuskan saya karena saya tak mau dia K*SS ! Oh My God, dasar laki-laki.
            Kami putus di bulan yang ke-5. Sedih ? Tidak, biasa saja.
Efek patah hati karena pacar pertama : TRAUMA PACARAN !

3. Patah hati karena brondong.
           
             Sebetulnya dalam kasus ini saya menjadi korban dari ulah teman-teman saya. Waktu itu saya iseng-isengan bilang ada adik kelas yang lucu lucu, wajahnya Chines, tubuhnya tinggi. Eh tahu-tahu teman-teman saya sudah “nyomblangin” saya sama dia. Saat itu saya duduk di bangku kelas 8 SMP dan anak itu kelas 7 SMP.
            Saya mendekati anak itu perlahan, bermaksud sekedar ingin akrab. Namun teman-teman saya terlalu agresif . Mereka jor-joran merekomendasikan saya pada anak itu. Ha-llo ? Saya seperti jam tangan yang sedang ditawarkan sales rumahan pada ibu-ibu yang sudah siap dengan wajan kalau sales itu tak mau pergi .
            Jelas saja dia takut! Saya kaget dan tidak tahu saat teman-teman saya menghampiri anak itu dan meminta keputusan ; mau atau tidak sama Mutiara ? *sambil mojokin ke tembok.
Kalau mau, ambil cincin ini lalu masukan ke saku. Kalau gak mau, ambil cincin ini lalu lempar ke lantai ! (cincin itu sedang dipinjam salah satu teman saya, ternyata dimanfaatkan untuk itu *ckck)
Apa yang terjadi ? Dia mengambil cincin itu lalu melemparnya ke lantai sampai pecah ! Hauahhuuuuu menyedihkan, cincin itu mahal , hey !!
Efek patah hati karena brondong sepet : Sebel, asli ! Awas aja lu, tar juga ngejar-ngejar gua !

4. Patah hati karena kakak kelas.

            Hm, mungkin ini pertama kalinya saya merasakan cinta yang lumayan dalam. Hari-hari saya lewati dengan lamunan dan khayalan plus doa-doa agar kakak kelas itu mau melirik saya dan berkata  : “ hay, adik manis yang cantik .. “
            Kejadian ini terjadi saat saya pertama kali menginjakkan kaki di bangku kelas X SMA. Saat itu saya melihat dia tidak sengaja di area parkir motor sekolah. Dia, berkulit putih, berbola mata yang cokelat, ber-rambut lurus kecokelatan, tubuh tinggi dengan berat badan ideal. Ya Tuhan, hati saya melting tiap melihat dia. Namanya .. panggil saja dia Iman. Okay ? Bukan kok, namanya bukan Iman ! Hanya panggilan saja .
            Bukan hanya lamunan dan khayalan, namun saya juga menempatkan dia sebagai tokoh utama novel perdana saya. Semua yang tertuang di novel itu adalah kisah nyata, kisah cinta saya terhadap Iman. Kakak kelas yang saat itu duduk di bangku kelas XII SMA.
            Dalam novel itu saya bebas berimajinasi, bebas melakukan hal apapun terhadap kisah kami. Yah, walau dalam kenyataannya Iman tidak pernah mengenal saya.
            “ Ada a Imaaan !! Wah, ganteng bangeeet .. “ *sambil mengelus-elus layar monitor komputer di warnet. Saat itu saya menemukan akun Friendster milik Iman, dan di dalamnya terapat banyak sekali poto Iman yang cute, seksi, sensual, menakjubkan. Haaaah bahagianya.
            Tak lama, menjelang akhir semester 1 Iman berpacaran dengan sepupu saya sendiri ! Sakiiiit sekali rasanya, terlebih sepupu saya itu tak lebih cantik dari saya *nods.
            Efek patah hati karena kakak kelas : pengen punya pacar, dong. Tapi pengen sama Iman.

5. Patah hati karena kasih tak sampai.

            Sebenarnya saat masuk kelas X SMA saya menaruh hati sama 2 laki-laki. Itulah Iman dan Adit. Adit itu anak kelas X-2, tetangga kelas saya ; X-3. Adit berwajah Chines, agak mirip atlit badminton Cina ; Bao Chun Lai. Tinggi, putih, pintar, ramah, baik, murah senyum, bertanggung jawab, lucu, humoris, menawan , asri, nyaman, indah, sehat, rindang, low energy .. Namun Adit tidak mengenal saya ! Dia tak akrab dengan saya, padahal saya sering sekali memperhatikan dia. Dia lewat saya lihatin sampai hilang, dia duduk saya lihatin sampai mata berair karena tak berkedip, tetap saja dia tak mengenal saya.
            Kami sering bertemu dalam kegiatan Jurnalistik di sekolah, walau kami tak akrab namun sepertinya Adit mengenal siapa saya. Ya, setidaknya dia mengingat wajah saya walau tak tahu nama saya *miris.
            Menjelang kenaikan kelas XI keluarga saya pindah ke kota tetangga (Banjar). Saya dihadapkan pada 2 pilihan ; tetap di Ciamis dan kost atau pindah sekolah dan menetap di Banjar. Dengar-dengar di Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar sekolah yang membuka jurusan Bahasa hanya SMA N 1 KAWALI, saya menolak untuk ikut pindah, saya juga ingat pada Adit. Saya belum sampai pada tujuan, belum sampai Adit mendengar yang perlu dia dengar, mengetahui yang perlu dia tahu.
            Akhirnya saya tidak ikut pindah, saya kost di sekitar sekolah. Pada tahun ajaran baru saya mencari-cari nama Aditya Mulyana di daftar murid dan kelas baru di papan pengumuman. Nihil, tak ada nama Aditya Mulyana di sana. Salah seorang teman saya kemudian memberi tahu bahwa Adit pindah sekolah  ! Damn !!! Adiiit !!! Padahal saya rela jauh dari orang tua itu untuk kamu !! Hikuhikuhikuhiku.
            Efek patah hati karena kasih tak sampai : Merenung, di bawah shower sambil memasang wajah galau ; SAKIIIIT BANGET !

6. Patah hati karena LDR *Long Distance Relationship*

            Ini menimpa saya saat duduk di kelas XI Bahasa 1. Entah bagaimana ceritanya saya berpacaran dengan seorang laki-laki yang tinggal di Jakarta. Sebenarnya saya lupa nama dia siapa kalau dia tak selalu mengingatkan. Saya juga tak ingat wajahnya bagaimana kalau dia tak rajin mengirimi saya MMS poto dia yang .. ehm, narsis tak pantas.
            Tersiksa, 2 bulan waktu saya habiskan dengan kekonyolan pacaran ghaib. Saya tidak tertarik sama dia, tapi dia malah minta alamat untuk melamar . Takut takut itu sungguhan saya mengusulkan untuk resign. Saya minta putus. Dan dia tak setuju, dia malah menjual cerita sedih. Dia mengatakan bahwa kanker otaknya sudah stadium 4. Oh My God .. Mengiris hati sekali.. Yasudah, takut takut nyawa anak orang melayang di tangan saya teruskan saja hubungan itu. Walau saya juga tersiksa dengan hubungan itu.
            Dia mau juga diputuskan saat saya jujur mengatakan sudah ada yang lain. Memang, ada 3 cowok kalau tidak salah yang dekat dengan saya. Dia menerima walau dengan ancaman : “Cinta ini akan aku bawa sampai mati, beib. Hanya kamu yang ada di hati .. “ Ouh .. Yeah ..
            Efek patah hati karena LDR : Bimbang, katanya sakit parah, tapi kok gak mati-mati ? *plak plak plak

7. Patah hati karena cinta pertama.

           Kejadiannya sekitar bulan April 2010 lalu, itu awal kedekatan saya dengan seorang laki-laki yang tak ingin saya sebut namanya. Lewat jalan terjal dan sulit dilalui akhirnya kami berpacaran pada tanggal 7 Mei 2010. Dia, sempurna dalam segala hal. Fisik ? Tak ada yang kurang. Kapasitas otak ? Pintar. Ketenaran ? Sangat popular. Dia dan saya bagai langit dan bumi. Dia yang diagungkan dengan 1001 kelebihan dan saya yang sederhana bahkan terbilang gadis yang terlupakan orang kalau tak sering-sering muncul ke permukaan.
            Dia juga merasakan ketimpangan itu. Dia nampak cuek dan biasa saja pada saya. Padahal saya pacarnya. Dia tak pernah menyanyikan lagu romantis untuk saya padahal dia vocalist band, dia tak pernah memuji saya, tak pernah mendukung hobby menulis saya, tak pernah menggombal atau merayu saya.
            Saya juga tak bisa protes, karena dulu pernah protes dan merajuk malah dimarahi. Yasudah, biarkanlah seperti itu.
            Yang terjadi adalah kandasnya hubungan kami saat usia 2 bulan. Dengan alasan yang tak ingin disebutkan dia meninggalkan saya dengan nyanyian lalala~ dan saya menangis meraung sepanjang hari. Untuk part ini saya merasa terlalu berat untuk sebuah tawa. Rasanya di part ini titik awal pemahaman saya tentang 2 kata ; patah hati.
            Yah, wonder girl mulai galau *hikuhiku*. Entahlah kalau sudah menyinggung soal ini saya lemah. Jujur saja ini pertama kalinya saya merasa sakit hati yang sangat sakit. Dan, saat dia pergi saya baru menyadari bawha dialah cinta pertama saya. Pertama kali saya mengenal patah hati, luka, dan air mata *muka siap nangis, galau*
            Efek patah hati karena cinta pertama : Galau sepanjang masa.

8. Patah hati karena mantan musuh

            Singkat saja deh, udah keburu habis energy saya setelah menceritakan part 7 tadi. *hmm*
Jadi begini, saya dipacari teman sekelas saya (XI Bahasa). Saya kira hanya bercanda, soalnya dia ini musuh saya selama di kelas. Yang paling bikin saya kesel sama dia sih langganan beli pulsa tapi gak pernah dibayar (akhirnya saya bangkrut jadi reseller pulsa gara-gara habis modal sama dia). Bahkan saya bersumpah untuk membawa daftar hutangnya sampai ke akhirat *sadis.
            Jadian juga sekitar 2 bulan untuk mengalihkan perhatian dari si cinta pertama itu. Namun yang terjadi dia memutuskan saya dengan alasan yang berbelit-belit. Namun tak berselang lama dia malah berpacaran dengan gadis lain. Oh jadi itu penyebabnya, saya sih cuek-cuek saja walau sempat mogok sekolah dan nangis di bawah guyuran shower kolam berenang.
            Efek patah hati karena mantan musuh : Hutang bayar , woy !! Enak aja lu udah mutusin kabur bawa utang lagi.

9. Patah hati karena kontak jodoh.

            Ini juga gak kalah gajenya, jadian karena dijodohin temen. Jadiannya juga via facebook. Lumayanlah buat iseng-iseng berhadiah walau hadiahnya itu diselingkuhin. Sial banget deh, udah mah cowoknya super aneh lagi. Malah nambah selingkuh, minta di harai kali ya ini orang.
            Jadiannya cuma 5 bulan, sekali ketemu dan puluhan kali telponan (kebanyakan sih saya yang nelpon, dia super pelit). Kami jauhan, dia di Bandung dan saya di Ciamis.sejak itu saya ogah sama yang namanya dijodohin apalagi calonnya gak recommended banget. Tapi dari sekian mantan saya yang keep contact cuma mantan yang ini. Yah dia memang baik, hanya saja kurang waras saat selingkuhin saya.
            Efek patah hati karena kontak jodoh : Makasih yah udah ngasih saya pengalaman diselingkuhin , galaunya enak dan dapet banget. Pengen lagi dong ! *plak
           
Jadi, apa pengalaman patah hati beberapa versi dari saya bisa jadi rekomendasi ? Yah, sekedar buat dipilih jadi tema novel atau dongeng anak sebelum tidur gitu misalnya.
“ Alkisah hiduplah seorang wanita cantik jelita yang selalu sial dalam perkara cinta, sering patah hati kemudian menamai jungkir balik kisah cintanya : me against to broken… “
            Done, dasi manayo .. ^^
           
           

0 Response to "Patah hati dan efeknya dalam berbagai versi."

Posting Komentar

Follow