Ayah dan Ibu

Mom &Dad
Apa yang ada di benak kalian saat mendengar atau membaca kedua kalimat tersebut ? Pasti kebanyakan akan terenyuh hatinya dan kedua sudut bola matanya membasah mengeluarkan air mata. Tidak ada yang salah jika kita sedih atau terharu ketika ingat kedua orang tua kita. Bahkan malapetaka jika kita sudah lupa atau tidak perduli pada mereka. Mereka, adalah malaikat yang diutus Tuhan untuk menjaga kita secara nyata. Mereka adalah malaikat tanpa sayap, mereka adalah malaikat yang bisa kita raba, bisa kita peluk, bisa kita sentuh, mereka adalah malaikat yang sangat baik.

Tapi, tak sedikit anak yang merasa orang tua mereka tidak menyayanginya.. merasa bahwa apa yang telah orang tua beri belumlah seberapa. Jika uang harian kurang, mereka memaksa pada orang tua bagaimana pu caranya agar tercukupi, bahkan anak tega membiarkan orang tua pinjam sana-sini untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sungguh, Tuhan membenci anak-anak yang demikian.

Bayangkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari anaknya, orang tua bekerja banting tulang.. Jika uang sudah terkumpul, tak ada keinginan sedikitpun dalam benak mereka untuk membelanjakannya. Mereka pasti mengatur atur keuangan untuk anak mereka juga kan ? Namun kurang ajarnya anak, dengan seenaknya mereka menggunakan uang tersebut untuk berfoya-foya. Karaoke, nonton bioskop.. makan, traktir.. miris.
Teman.. meskipun kita belum bisa berbalas budi memberikan uang dan materi lainnya pada orang tua kita, namun setidaknya berhentilah menekan fikiran mereka untuk memenuhi kebutuhan kita ! Bisakah kita, sedikit menaikan derajat mereka dengan berhenti menuntut ? Dengan berhenti menuntut, ayah ibu tidak akan bekerja di batas wajar lagi, mereka tidak akan meminjam uang pada tetangga lagi..

Ayolah, kita belum bisa memberi mereka uang atau perhiasan.. belum bisa belikan mereka mobil atau sepetak sawah.. tapi, berilah mereka penghargaan dengan cara tempatkan masa tua mereka dalam status bahagia.. agar mereka, bisa tersenyum di hari tua mereka. Menikmati indahnya hidup menyaksikan hiruk pikuk dunia.. Bukan menyaksikan deretan tagihan dan keinginan kita.. Semuanya, belum terlambat...

0 Response to "Ayah dan Ibu"

Posting Komentar

Follow