![]() |
| Remaja Baik Hati |
Hmm, sebenarnya saya dulu juga Korean Holick, bahkan sampai saat ini juga saya masih suka banget kok sama Korea. Suka sama boy and girl bandnya, suka sama musisi , film, drama, make up, pakaian.. tapi satu hal, saya gak fanatic lagi !!
Dulu, majalah yang 50 ribu adalah minimal majalah yang harus saya punya, sekarang ? Duh 50 ribu.. cukup buat makan 2 hari di kostan nih. Ya, makin ke sini saya lebih dewasa dan lebih mampu memilah milih, kalau ada yang lebih penting ngapain buang-buang uang, ya gak ?
Dulu, saya juga sering pakai istilah Korea dalam keseharian saya. Misalnya menyapa teman di facebook dengan kalimat "Annyeong Haseoyo !! "
Memanggil kaka perempuan dengan sebutan "eonn", kakak laki-laki dengan sebutan "oppa", memanggil adik dengan sebutan "saeng".. and other..
Hmm dulu sih asik-asik aja, secara KEREN gitu ya ! Tapi makin ke sini, terlebih semenjak makin menjamurnya penggila Korea kok saya jadi ilfeel sendiri ya ? Melihat gaya bicara yang acak-acakan bikin saya malu, duh saya alay banget pemirsaaaa !!!
Logikanya, lebih gampang bilang "maaf" ketimbang "mianhaeyo". Lebih gampang bilang "makasih" daripada "gomawo/gamsahamnida", lebih enak manggil "teteh" daripada "eooniii" , dan lebih enak bilang "aa" daripada "opppaaaaaaah"
Ada lagi, lebih senang pakai "hangbok" dan naris depan kamera daripada pakai "kebaya", emang nanti kalau akad nikah mau pakai hangbok gitu ? ckckc, lebih bangga makan "kimchi" daripada makan "pecel", lebih doyan minum "soju" daripada minum "bajigur". Fans dan suka boleh, tapi kalau nyiksa diri ? Buat apa ?
Gak ada yang salah, mempelajari budaya dan bahasa asing memang baik adanya, namun yang salah adalah penerapannya. Gak lucu kan kalau ibu kita yang tidak tahu menahu tentang Korea malah kita panggil "amma" bukan "mamah" atau "ema", gak lucu lho.. jangan kelabasan dibawa ke kehidupan nyata.. Anggap aja itu semua hiburan saat kita masih remaja unyu-unyu..
Yuuk remaja pemuda pemudi Indonesia, fanatic lah terhadap budaya sendiri, baru nanti kita lirik yang lain. Ingaat, suka boleh, asal jangan berlebihan. Kaka ini juga sudah gak fanatik lho, tapi tetap suka dan mengambil sisi positifnya saja.
Karena ada satu hal yang harus kita ingat, sebaik-baiknya budaya adalah budaya bangsa kita sendiri, nothing else :-)

0 Response to "Kembalilah, remaja-remaja yang baik hati"
Posting Komentar